Hanura

Menpora: Medsos Perlu Kroscek, Buku Harus Jelas Pengarangnya, dan TV Akurat Narsum

 SENIN, 04 JUNI 2018 , 09:46:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Menpora: Medsos Perlu Kroscek, Buku Harus Jelas Pengarangnya, dan TV Akurat Narsum

Imam Nahrawi/Humas Kemenpora

RMOL. Pemuda memiliki peran utama dalam menangkal paham radikalisme.
Hal itu disampaikan Menpora Imam Nahrawi saat menjadi narasumber Seminar Semarak Ramadhan di ruang Ash Shofa Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Menpora mengawali paparannya dengan pengertian radikalisme yang merupakan sebuah upaya cepat yang membahayakan karena dibubuhkan kekerasan.

Lebih fatal lagi, lanjut Menpora, karena inkonstituional yang amat mencederai kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejak awal telah dibangun dengan semangat persatuan.

"Ini pertemuan luar biasa dan kado terindah bagi saya bertemu para sahabat-sahabat sekalian, karena disini berkumpul calon-calon pemimpin masa depan, dan hadir IPPNU, IPM, PII, beserta organisasi kepemudaan dan pelajar lainnya yang sejak awal telah sepakat tetap menjaga tegak dan kokohnya NKRI," buka Menpora dalam pidatonya.

Ada data yang mencengangkan sehubungan dengan sumber rujukan Generasi Z (Generasi MIlineal) sebagaimana yang dirilis pada acara Najwa Shibah di salah satu televisi, yaitu penyebaran paham radikalisme 50,59 persen dari media sosial,  48,52 persen dari buku, dan 39,30 persen dari televisi.

"Jika ini tidak terkendalilkan akan sangat berbahaya, karena medsos perlu kroscek yang mendasar, buku perlu jelas pengarangnya, dan televisi perlu akurat nara sumbernya," katanya.

Menurut dia, ini tantangan semua pihak, termasuk organisasi kepemudan dan pelajar yang jelas anggotanya diisi generasi masa kini.

"Medsos perlu tabayun dan perlu diisi dengan kontens yang mendidik jangan hoax, buku harus tanyakan kepada para ulama sudah benarkan apa yang ditulis pengarangnya, dan televisi harus jeli dalam filterisasi," demikian ajakan Menpora kepada seluruh yang hadir, khusunya para anak muda.

Di sela-sela acara juga diadakan penyematan pin "Laskar Pemuda dan Remaja Masjid Anti Radikalisme", yang disematkan oleh Menpora kepada enam perwakilan pemuda dan remaja dari IPPNU, IPM, PII, dan Remaja Masjid Al Akbar Surabaya.

Sementara di penghujung pidato, Menpora tidak lupa mengajak seluruh yang hadir tidak henti-hentinya mendoakan agar Indonesia sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018 baik itu penyelenggaraan, prestasi, administrasi, maupun ekonomi.

"Ayo bantu doa, atlet-atlet telah mempersiapkan diri sepenuh hati dan jiwa raga guna memberikan kabar gembira untuk kita semua, mengibarkan merah putih dan mengumandangkan Indonesia Raya," ajak Menpora.

Menteri yang hobi bulutangkis ini memberikan hadiah sebuah jaket Asian Games yang dipakaikan kepada salah satu peserta yang sudah menamatkan satu kali khatam Alquran di pertengahan Ramadhan ini. Selain itu juga ada bagi-bagi bola kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan sekitar Asian Games. [wid]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00