Pordenone Serasa Juara

Inter Milan Cuma Menang Penalti

 KAMIS, 14 DESEMBER 2017 , 09:06:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pordenone Serasa Juara

Eder/Net

RMOL. Inter Milan di luar dugaan harus bekerja keras melawan klub Seri C Pordenone Calcio dalam babak 16 besar Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza kemarin pagi WIB. Pemuncak klasemen Seri A itu hanya mam­pu menang lewat adu penalti 5-4 (0-0, 0-0, 0-0).
Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti membeberkan ala­san timnya kesulitan kalahkan Pordenone di laga Coppa Italia. "Para pemain yang jarang bermain, kesulitan karena Pordenone punya kualitas di ten­gah," ujar Spalletti dari BBC Sports.

Meski tersingkir, kebanggaan tetap dirasakan oleh pelatih Pordenone Leonardo Colucci. Bagaimana tidak, Pordenone yang saat ini menempati peringkat lima klasemen Seri C mampu menahan Inter yang menguasai klasemen Seri A.

"Anak-anak bermain brilian, kami tidak kalah di pertandingan ini dan saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi," Colucci mengatakan kepada Rai seperti dikutip Football Italia.

"Membawa Inter sampai ke adu penalti seperti memenangi Coppa Italia bagi kami. Di babak adu penalti, saya bahkan berpikir kami bisa lolos, dan saya mengapresiasi semua yang punya keberanian untuk mengeksekusinya," katanya.

Spalletti mengistirahatkan mayoritas pemain inti mereka dalam pertandingan ini. Wajar saja Pordenone Calcio memang hanya berasal dari Seri C, dua kasta di bawah Inter.

Di sisi lawan Pordenone da­tang dengan rencana matang untuk bertahan. Mereka nyaris tak meninggalkan area lapangan mereka sendiri. Para pemain Pordenone juga sangat disiplin dalam menerapkan taktik ini sehingga Inter nyaris tak mendapat ruang untuk menciptakan pelu­ang di kotak penalti.

Meski lawan memarkir bus, Inter tetap tenang dalam membangun serangan mereka. Tak ada kesan terburu-buru karena Inter memang bebas memainkan bola dari kaki ke kaki.

Namun begitu masuk ke sepertiga akhir lapangan, penjagaan terhadap para pemain Inter menjadi sangat ketat. Bukan cuma man to man marking, zonal marking Pordenone juga sangat ketat sehingga Inter tak bisa melakukan kombinasi per­mainan.

Di sisi lain, Pordenone hanya sesekali men­gancam den­gan membuang jauh bola dari pertahanan untuk dikejar satu penyerang mer­eka. Strategi ini tak efektif karena Inter bisa menaklukkan serangan satu pe­main ini dengan mudah.

Situasi yang membuat Inter frustrasi ini berlangsung sampai waktu normal 90 menit usai. Laga pun harus dilanjutkan ke babak ekstra time. Namun meski Inter sudah memasukkan beberapa pemain inti mereka untuk menambah daya dobrak, tak ada gol yang tercipta sampai dua kali babak tambahan selesai.

Pertandingan akhirnya harus diselesaikan dengan adu pen­alti. Pada lima penendang per­tama, kedua tim hanya bisa mencetak tiga gol. Penendang ketujuh Pordenone, Giulio Parodi gagalmenakluk­kan Padelli dan Yuto Nagatomo yang menjadi penendang ketu­juh Inter sukses mencetak gol. Inter pun menang dalam adu penalti ini dengan skor 5-4. ***


Komentar Pembaca
Liliyana Pensiun Tahun Depan

Liliyana Pensiun Tahun Depan

SELASA, 23 JANUARI 2018

Reog Diusulkan Buka Asian Games 2018

Reog Diusulkan Buka Asian Games 2018

SENIN, 22 JANUARI 2018

Meleng, Tiga Poin Pun Hilang

Meleng, Tiga Poin Pun Hilang

SENIN, 22 JANUARI 2018

Karakter Jadi Senjata

Karakter Jadi Senjata

SENIN, 22 JANUARI 2018

Perlu 10 Korban Lagi

Perlu 10 Korban Lagi

SENIN, 22 JANUARI 2018

Ketua MPR: Malu Kita, SEA Games Peringkat Lima Dan Bola Kalah Terus
Penembakan Kader Prabowo, Bukan Soal Politik!
Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

, 22 JANUARI 2018 , 17:00:00

Pesawat Hercules TNI Angkut Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Asmat
Kang Emil Angkat Koper

Kang Emil Angkat Koper

, 20 JANUARI 2018 , 20:57:00

Pengerukan Kali Ciliwung

Pengerukan Kali Ciliwung

, 20 JANUARI 2018 , 17:31:00