Berkat Gebrakan Terstruktur & Masif

Manchester City vs West Ham 2-1

 SELASA, 05 DESEMBER 2017 , 08:52:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Berkat Gebrakan Terstruktur & Masif

David Silva/Net

RMOL. Manchester City menun­jukkan mental tangguhnya saat menjamu West Ham United. Tertinggal duluan dan sempat kerepotan, City pada akhirnya menang 2-1 (0-1).
Menjamu West Ham di Etihad Stadium dalam Liga Premier yang berakhir kemarin pagi WIB, City langsung mengambil inisiatif menyerang selepas kick-off. West Ham bermain rapat dan defensif, sesekali mengincar lewat serangan balik.

Saat City kesulitan mendap­atkan celah, West Ham meman­faatkan bola mati di menit ke-44 untuk memetik keunggulan. Sundulan Angelo Ogbonna membuat City tertinggal di ba­bak pertama.

City melakukan perubahan saat restart, dengan Gabriel Jesus masuk. Skuad besutan Pep Guardiola itu meningkatkan intensitas serangan dan berha­sil menyamakan skor di menit ke-57 lewat sontekan Nicolas Otamendi.

Setelah upaya demi upaya, City membalikkan keadaan melalui David Silva di menit ke-83. Skor 2-1 bertahan sampai pertandingan selesai. City pun masih belum terkalahkan di 15 pekan pertama Premier League musim ini.

City masih tangguh di pun­cak klasemen, kini mengoleksi nilai 43 dari 15 laga dan unggul delapan angka dari Manchester United di posisi dua. West Ham masih belum beranjak dari zona degradasi, menempati posisi 19 dengan 10 angka.

Pep Guardiola menyebut dua hal yang membuat Manchester City kesulitan di babak pertama laga lawan West Ham United. Yakni karena tak sabar dan tempo yang lambat.

Dari total 24 percobaan yang dilepaskan City sepanjang pertandingan, hanya enam yang tercatat di paruh pertama. Cuma satu yang mengarah ke gawang, dari keseluruhan delapan tem­bakan tepat target selama pertandingan.

Guardiola menilai di paruh pertama, timnya terlalu buru-buru. Sementara itu West Ham memanfaatkannya dengan terus-terusan memperlambat tempo, untuk membuat City semakin tak sabar dalam bermain.

"Kami memulai dengan san­gat baik tapi kehilangan kes­abaran. Kami tak punya ritme setelah itu karena Adrian me­nahan 30 detik tiap kali meme­gang bola," ungkap Guardiola kepada BBC.

"Ini mirip dengan beberapa laga terakhir, di babak kedua saya berpikir bahwa kami akan mencetak gol. Gol itu berarti masif. Mereka bermain dengan 10 orang di dalam kotak penalti, itu hampir mustahil untuk ditem­bus," tambahnya. ***


Komentar Pembaca
Liliyana Pensiun Tahun Depan

Liliyana Pensiun Tahun Depan

SELASA, 23 JANUARI 2018

Reog Diusulkan Buka Asian Games 2018

Reog Diusulkan Buka Asian Games 2018

SENIN, 22 JANUARI 2018

Meleng, Tiga Poin Pun Hilang

Meleng, Tiga Poin Pun Hilang

SENIN, 22 JANUARI 2018

Karakter Jadi Senjata

Karakter Jadi Senjata

SENIN, 22 JANUARI 2018

Perlu 10 Korban Lagi

Perlu 10 Korban Lagi

SENIN, 22 JANUARI 2018

Ketua MPR: Malu Kita, SEA Games Peringkat Lima Dan Bola Kalah Terus
Penembakan Kader Prabowo, Bukan Soal Politik!
Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

, 22 JANUARI 2018 , 17:00:00

Pesawat Hercules TNI Angkut Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Asmat
Kang Emil Angkat Koper

Kang Emil Angkat Koper

, 20 JANUARI 2018 , 20:57:00

Pengerukan Kali Ciliwung

Pengerukan Kali Ciliwung

, 20 JANUARI 2018 , 17:31:00