Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Petenis Muslimah Tersukses Di Dunia
Aravane Rezzai
Minggu, 26 Agustus 2012 , 08:07:00 WIB

ARAVANE REZZAI
  
Baca juga:
Para Algojo Berebut Grand Slam Terakhir
Nadal Kubur Impian
Nafsu Duo Williams Memuncak
Petra Kvitova Serba Pertama
Diguyur Hujan, Si Djoker Melaju
Djokovic Ditantang Kompatriot Di Semifinal
Tragedi Bulutangkis
Rekor 100 Tahun
Final Wimbledon 2011 Bisa Terulang Di Olimpiade
Nadal Bidik Olimpiade Brazil

RMOL.Aravane Rezai merupakan so­sok petenis yang bisa menjadi is­pirasi Muslimah di seluruh du­nia. Berkat ketekunan dan kerja ke­ras­nya, petenis asal Prancis ini petenis Muslimah tersukses di dunia.

Dia pernah menempati posisi peringkat lima dunia yang belum pernah disamai petenis Mus­li­mah manapun. Rezai sebenarnya bukanlah warga negara asli Pran­cis, ia lahir di Iran sebelum ak­hir­­nya berpindah kewa­r­ga­ne­ga­ra­an pada 2005 silam.

Ia memutuskan hijrah ke Pran­cis untuk mengatasi krisis ke­ua­ngan keluarganya. Awal karir Rezai di Prancis tidaklah mulus, lantaran sempat mendapat tin­dakan dis­kri­minasi sebagai pe­tenis beragama Muslim dan bu­kan asli Prancis.

Namun berkat kepiawaiannya mengayunkan raket, kini Rezai menjadi salah-satu petenis putri andalan Prancis diberbagai kejuaran tenis profesional. “Saya bangga bisa mewakili Mus­li­mah. Saya tahu, bahwa saya ada­lah contoh bagi gadis-gadis lain dan jika dapat memberi mereka kekuatan atau bantuan apa pun untuk meningkatkan hidup m­e­re­ka, itu bagus,” ujar Rezai.

Diakuinya, ia bangga menjadi orang Iran namun berke­wa­r­ga­ne­garaan Prancis, meski saat ber­tanding banyak yang mem­pro­tesnya. “Begitu banyak orang ber­tanya kepada saya apakah saya memilih Perancis atau Iran. Saya mengatakan: ‘apakah anda bertanya kepada seorang ibbu, anak mana yang  anda pilih un­tuk dilahirkan?’ saya mencintai kedua negara tersebut,” ujarnya.

Rezai tidak pernah jauh dari ke­luarganya. Ia dilatih oleh ayah­nya, Arsalan, patner latihan­nya adalah saudara laki-lakinya Anouch. Sementara ibunya, Nou­chine, ber­peran sebagai fisioteerapisnya.

Meski kini bisa dibilang Rezai menjadi petenis yang sukses, na­mun masa lalunya cukup me­nye­dihkan. Terutama saat ia kerap men­dapat diskriminasi karena beragama Muslim. “Pada umur 17 tahun, saya adalah juara Pe­ran­cis Ju­nior namun kemudian saya dis­kors oleh Federasi Pe­rancis selama dua bulan karena saya bermain dua turnamen ber­turut-turut,” katanya.

“Menurutku itu diskriminasi, karena dua gadis yang lain me­la­kukan hal yang sama namun me­reka tidak dikenakan penalti. Me­reka adalah asli warga Pran­cis se­mentara saya keturunan Persia dan beragama Islam. Waktu itu saya tidak bahagia,” kenangnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Denada, Datangi Sidang Cerai Anak Lagi Diopname

Katanya sudah maksimal mediasi tapi Jerry kok setuju bercerai. Anak diasuh ...

 

Sofia Vergara, Merasa Mirip Waria

Sofia Vergara memiliki lekuk tubuh yang seksi. Tak heran model dan bintang ...

 

Natalie Imbruglia, Kesal Dicap Cuma Modal Tampang

Lagu Torn masih enak diden­gar meski sudah lama sekali dirilis oleh Natal ...

 

Eza Gionino, Nyabu, Diciduk Polisi di Cibubur

Eza Gionino kembali berurusan dengan Polres Jakarta Selatan. Pesinetron ya ...





Berita Populer

Komite Etik: PSSI Sudah Berdaulat Lagi!
Baby Alien Optimis Rengkuh Gelar Juara
KONI Pusat Terbitkan SK Pelantikan La Nyalla Cs